Gara-gara Betonisasi, Kawasan Monas Jadi Gersang?


Kawasan Monumen Nasional (Monas) Gambir Jakarta Pusat, kini sudah mulai dilakukan revitilisasi oleh Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk programnya sendiri Guberbur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah merencanakan sejak tahun 2019 kemarin.

Untuk bisa memulai program revitalisasi yang dibangun oleh Anies Baswedan tersebut, pohon-pohon yang berada di kawasan Monas Selatan terpaksa harus ditumbangkan.

Didapat dari data yang sudah ada mengenai jumlah pohon yang berada di kawasan Monas Selatan ada sebanyak 190 pohon yang tumbuh. Sumber mengatakan pohon tersebut dimusnahkan.

Untuk penebangan pohon-pohon yang tumbuh di kawasan Monas Selatan, pemprov DKI mengelak bahwa pohon-pohon tersebut hanya dipindahkan ke beberapa sisi kawasan Monas, jadi bukannya ditumbangkan begitu saja.

Pantau AKURAT.CO dilapangan pada Senin (20/1/2020) kawasan Monas Selatan bahkan sudah mulai dibetonisasi. Pepohonan yang dahulu rimbun sudah tak tampak lagi di kawasan ini. 

Sayangnya tim AKURAT.CO tak diperkenankan masuk ke dalam area proyek. Beberapa petugas proyek yang ditemui dilapangan menolak berkomentar.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi juga kaget mendengar kabar penebangan pohon tersebut. Apabila hal itu benar terjadi dia mengaku sangat menyayangkan hal itu.

Sebab Pemprov DKI pasti butuh waktu lama untuk bisa memiliki pohon dengan ukuran yang sama seperti di kawasan Monas Selatan ini.

“Ini yang kadang saya heran, apa lagi? sangat disayangkan karena pohon-pohon di Monas itu sudah besar-besar dan butuh puluhan tahun untuk Jakarta memiliki pohon seperti itu lagi,” kata Pras saat dikonfirmasi.

Baik ditebang atau dipindahkan, Politisi PDIP ini menilai langakah Pemprov DKI sudah keliru. Disaat negara lain sedang berlomba melakukan penghijauan, Pemprov DKI malah memberangus pohon yang sudah tumbuh puluhan tahun.

“Cukup aneh bagi saya karena di saat dunia sedang berlomba-lomba melakukan penghijauan ini kok malah melakukan penebangan,” tandasnya.

Lagi pula kata dia, Monas sebagai salah satu cagar budaya di Ibu Kota tak sembarangan direvitalisasi. Ada ketentuan dan aturan mainnya. Spot mana saja yang boleh dan tidak boleh diperbaharui.


“Yang saya tahu Monas itu Cagar Budaya, gak boleh sembarangan revitalisasi,” tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

KPK Harus Segara Menyelesaikan Kasus Bank Century

Jonatan Christie Amankan Tiket Perempat Final Malaysia Terbuka 2019

Kabar Duka Menyelimuti Keluarga Penyanyi Shelomita Diah