Musim Kemarau Masih Panjang, BPPT Imbau Masyarakat Hemat Air
Menjelang musim kemarau, masyarakat Indonesia mendapat himbauan dari Tri Handoko Seto selaku Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) untuk selalu menghemat air.
Dikatakan oleh Handoko bahwasanya sudah hampir sebagian besar dari wilayah Indonesia saat ini sudah mengalami kesulitan air, seperti Pulau Jawa, Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Sumatera, dan beberapa daerah lainnya yang berada di wilayah selatan Indonesia.
"Saya harap masyarakat bisa menghemat air karena musim kemarau masih panjang," katanya, di Jakarta, Senin (8/7/2019).
Disebutkan oleh situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa awal bulan kemarau sudah disambut pada bulan April 2019 dan di tahun ini Indonesia akan dilanda fenomena iklim El Nino sebesar 55%-60%. Sesangkan pada bulan Juli sampai September 2019 iklim diprediksi akan lebih kering.
"El Nino terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan jadi dampaknya tidak kelihatan. Tapi masyarakat tetap harus mengantisipasi hal tersebut," kata dia.
Dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah, menurut dirinya masyarakat bisa untuk menghemat air. Seperti contohnya, tidak membuang air dengan cara terus membuka keran air, serta menggunakan air secara efektif dan efesien yaitu dengan menggunaka nkembali air yang sudah dipakai untuk kegiatan lainnya.
Untuk para warga yang memiliki lahan pertanian untuk sesegera mungkin mengisi waduk-waduk jika masih memungkinkan.
Ia melanjutkan, saat ini BPPT sedang bekerja sama dengan pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Pertanian dalam rangka merencanakan pembuatan hujan buatan guna memenuhi kebutuhan air bagi tanaman.
"Kita selalu melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan seperti Kementerian Pertanian dan pihak desa untuk merencanakan ini," ujarnya.
Ia mengatakan, biasanya hujan buatan dilakukan sebelum kemarau karena masih ada awan dan air yang dihasilkan banyak sehingga bisa tertampung penuh oleh waduk warga.
"Kalau kita laksanakan dua atau tiga bulan sebelumnya, air itu bisa digunakan oleh masyarakat saat kemarau seperti sekarang untuk keperluan irigasi dan aktivitas sosial lainnya untuk mencegah kekeringan," katanya.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment